Minggu, 06 Desember 2015

Brave Or Crumble

Dingin sekali malam ini. Langit malam penuh mendung yang siap menghujani kota saya tercinta. :D
Bulan November 2015 udah berlalu berganti bulan desember. Udah sebulan saya nggak update blog ini. Buat reader yang mampir saya ucapkan tengkyu somad :D.

***

Hidup adalah pilihan kata orang bijak, thats right saya sangat setuju sekali. Dalam memilih pun kadang kita memerlukan keberanian, keberanian untuk memilih yang terbaik bagi hidup kita, kenyamanan kita, ketenangan kita, dan seseorang yang mendampingi kita di masa depan. " HANYA PEMBERANI YANG MENDAPATKAN YANG TERBAIK ". Itulah ilmu baru yang saya dapat dari situasi yang saat ini saya alami.

***

Tulisan ini untuk mengingatkan diri saya sendiri agar ke depannya lebih berani memilih yang terbaik bagi kehidupan saya. Selain keberanian juga harus disertai usaha keras dan doa yang tulus serta tidak putus-putus kepada Allah SWT. Oke deh sampai jumpa lagi salam " Brave Or Crumble ".

Minggu, 01 November 2015

Kenangan Bersama Jambu Mete

Inget lagi kenangan saya waktu kecil. Cek this out. :)

Sepulang sekolah SD anak-anak jaman dulu di larang main siang hari dan harus tidur siang biar kalau malam waktu belajar tidak mengantuk kata orang tua. Tapi saya dan teman-teman tetangga dekat saya agak mbandel. Jadi kalau siang di suruh tidur malah sembunyi di dalam markas atau rumah kecil di samping rumah saya dekat pohon pisang yang terbuat dari triplek-triplek bekas yang kami bentuk seperti rumah kecil di dalamnya kami beri kardus-kardus sebagai tikar. Disitu kami bersembunyi setelah makan siang. Kalau orang tua pada nyariin kesitu. Kami alasan tidur didalam. Saat mereka pada pergi, kami menyusun strategi mencari kegiatan untuk mengisi siang hari yang terik itu.

***

Dan akhirnya kami sepakat untuk mencari buah-buah yang bisa dimakan. Yang pasti bukan buah liar tapi milik orang. Saya bawa bambu untuk mengambil buah yang tinggi, teman saya bawa kantong kresek besar buat wadah. Setelah berkeliling lumayan jauh menyusuri rumah-rumah orang kita menemukan pohon jambu mete yang lagi berbuah banyak apalagi banyak yang merah-merah matang. Tanpa pikir panjang kami bertiga mulai memanjat dan mengambil jambu mete itu. Ada yang sudah jatuh di bawah ada yang masih di atas kami ambil sebanyak-banyaknya. Untung orangnya lagi tidur.

***

Setelah kantong kresek terisi penuh kami bertiga kembali ke markas untuk menikmatinya. Sesampai di markas teman-teman saya beristirahat sejenak. Saya ambil ember dari rumah yang berisi air bersih untuk mencuci buah jambu mete serta pisau dan juga mangkuk berisi air garam. Air garam berfungsi untuk menghilangkan getah jambu mete agar tidak gatal di mulut waktu di makan serta menambah rasa. Hhhmmmm manntapppp kami makan bersama di dalam markas.

***

Yang paling saya suka saat bakar biji mete nya. Heemmm rasa nya lezat sekali seperti kacang dewa. :D
Kami buat perapian kecil dari ranting dan kayu bekas ditambah plastik agar cepat jadi bara api. Setelah itu kami bakar biji mete bersama sampai matang. Tanda kalau udah matang keluar gas sama kulitnya hitam menebal. Terus di sisihkan sampai agak dingin baru di pecahin sama batu. Dan siap di makan.

***

Di tahun 2015 ini pohon jambu mete di sekitar tempat saya mulai langka. Sudah pada ditebangi. Padahal kan banyak manfaatnya. Manusia memang tidak pandai bersyukur. Kalau ada lahan yang subur di rumah saya, saya mau menanam jambu mete agar bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. See u next time.

Kapan Hujan Turun ???

Selamat siang para reader tercinta. Gak terasa sebulan berlalu, dan baru sempet update blog saya lagi. Alhamdulillah dari penjaga warnet saya naik pangkat menjadi drafter di PT. Rekaindo Inka. Doa saya selama ini akhirnya di kabulkan Allah SWT. Dan sekarang saya mulai merasa tenang. Kali ini saya bukan mau bahas tentang pekerjaan tapi tentang kemarau yang makin panas sehingga mengakibatkan kebakaran dimana-mana.

***

Selain kebakaran juga muncul asap bekas hutan yang terbakar sehingga membuat para penduduk sekitar tidak bisa nyaman bernafas. Siapa yang mau disalahkan ??? Jelas tidak ada. Bahkan presiden pun tidak bisa secepat membalik telapak tangan dalam menangani hutan-hutan yang terbakar, butuh waktu katanya. Dan sebagai rakyat kita jangan cuma bisa menyalahkan tanpa memberi solusi dan tindakan. Yang bisa kita lakukan saat ini hanya berdoa kepada Allah SWT agar indonesia tercinta ini di berikan hujan untuk menghijaukan kembali tanahnya yang subur.

***

Di bulan November 2015 ini saya berharap panas ini akan berganti dengan hujan yang menyejukkan hati dan pikiran kita yang juga ikut-ikutan panas. Tidak apa-apa deh walau cucian tidak kering, pulang kerja kehujanan, nyamuk-nyamuk pada mubal, itu semua udah resiko kalau musim hujan datang, yg penting suasana jadi adem nggak panas lagi kayak neraka. Oke deh selamat menunggu hujan turun ya. See u next time.

Kamis, 24 September 2015

Kepikiran Pekerjaan Dan Masa Depan

Met malam semua buat pembaca yang tidak sengaja mampir disini. Lama nggak update blog gara-gara ikut-ikutan maen coc.

***

Malam ini nggak bisa tidur lagi, bukan karena saya mimpi buruk lagi. Tapi karena kepikiran pekerjaan untuk masa depan saya. Bersyukur itu perlu tapi saya juga ingin peningkatan. Kurs dolar naik terus rupiah semakin turun kalau pun naik cuma sedikit nggak pengaruh pada harga-harga kebutuhan yang sudah naik dan kecil kemungkinan untuk turun lagi.

***

Sekarang ini cuma bisa sabar dan berusaha dengan kemampuan yang saya punya. Malam ini jadi bingung mau ngapain. Bbm, whatsup nggak ada yang asik buat ngobrol yang penuh inspiratif yang ada nggak di balez. Hufftt. Acara tv pun nggak ada yang menarik hati saya. Cuma bisa dengerin detak jam dinding yang makin keras di kamar.

***

Emang sih nggak ada gunanya juga terlalu dipikirin tentang pekerjaan idaman dan masa depan. Yang ada ujung-ujungnya jadi susah tidur gini terus stres sendiri. Andai saja bisa tidur di atas genteng di malam hari kayak kucing, pasti pikiran tenang dan rilek sambil menikmati bintang-bintang dilangit.

***

Apa yang sudah direncanakan kadang tidak berjalan sesuai rencana, tapi saya percaya rencana Allah SWT pasti terbaik buat saya. Saya cuma kasihan pada orang tua saya yang semakin tua dengan pekerjaan berat sekarang. Saya ingin memenuhi kebutuhan ekonomi mereka paling tidak bisa meringankan. Selain itu ingin juga liburan bersama orang tua dan untuk naik haji juga. Ya udah deh cukup sekian curhat nya saya mau mandangin jam dinding aja siapa tau jadi ngantuk. Good bye.

Kamis, 03 September 2015

Makanan Favorit Saya Saat Lagi Sakit

Saat sakit datang memang sangat menyebalkan bagi saya, apalagi saya pharmacopobia. Tapi itu adalah siklus kehidupan, gak mungkin manusia sehat terus. Saat sakit datang biasanya nafsu makan kita juga menurun disebabkan oleh rasa enek dan mual. Ujung-ujungnya dibuatin bubur alus sama ibu. Tapi saya punya makanan favorit saat sakit biar nafsu makan kembali lagi dan cepat sembuh. Makanan favorit saya saat sakit yaitu kripik kentang lays, kentang goreng fren friesh, twisko rasa jagung bakar, dan mie sedap kuah, pokoknya serba gurih-gurih saya jadi gak enek dan mual lagi. Untuk minumnya tetap air putih biasa. Itulah makanan favorit saya kalau lagi sakit. Kalau kamu ???

Rabu, 02 September 2015

Warnet Slamet Riyadi Adalah Terminal Ku

Sebagai tempat persinggahan sementara, warnet slamet riyadi adalah tempat kerja saya sementara ini, serta rumah kedua bagi saya juga. Tempat saya bertemu teman-teman baru yang baik dan musuh-musuh baru saya yang membuat saya lebih kuat menjalani hidup, serta bos saya yang baik hati dan tidak sombong.

***

Walaupun tidak buka 24 jam tapi saya pernah nginep di warnet itu. Flas back pas libur lebaran kemarin saat di rumah lagi ada masalah. Saya minggat dari rumah dan tujuan saya adalah warnet tempat saya bekerja, kebetulan masih dalam suasana libur lebaran. Akhirnya saya buka warnetnya mulai jam 7 malam dan klien pun berdatangan walau tidak sebanyak hari biasa. Sampai tak terasa sudah jam 10 malam. Akhirnya saya usir secara halus para klien itu dengan alasan mau tutup ada acara. Setelah mereka pada pergi motor saya masukkan ke dalam, pintu warnet saya kunci dari dalam dan saya ganjel kursi biar aman. Setelah itu saya menata tempat untuk tidur saya.

***

Sungguh sangat berkesan hanya beralaskan kardus-kardus bekas terus bawa bantal kecil sama selimut dari rumah dan hits elektrik pengusir nyamuk. Makannya saya beli 2 bungkus lays besar yang ijo rasa rumput laut karena itu makanan favorit saya, i like potatoes.

***

Perut telah terisi waktu nya tidur. Tapi saya belum bisa tidur, mungkin gak terbiasa beralas lantai. Kalau ada kasur busa lebih mantap (ngarep.com). Untung aja ada wifi, colokan buat cas ada di samping saya, akhirnya saya wifi nan sampai ngantuk, baru bisa tidur jam 3 tengah malam.

***

Bangun-bangun udah jam 6 pagi. Saya intip dari celah pintu suasana luar masih sepi maklumlah masih libur lebaran yang mudik juga belum pada balik. Saya mulai beres-beres, nyapu, ngepel, siram-siram tempat parkir depan coz banyak debu di hempas lalu lalang mobil plat luar kota. Habis itu saya sarapan sebungkus lays besar mau beli nasi jauh. Warnet pun buka lagi mulai jam 7 pagi.

***

Waktu pun terus berjalan gak terasa udah jam 5. Bapak saya sms dan berkata bahwa masalah di rumah sudah pergi situasi aman kembali. Setelah saya total pendapatan warnet usai sholat magrib saya tutup kembali warnetnya. Dan pulang ke rumah dengan perasaan tenang.

***

Itulah sedikit cerita saya tentang warnet slamet riyadi. Tempat yang banyak memberi manfaat bukan hanya saya tapi juga para sales obat, anak kuliahan, anak sekolah, juga guru sekolah, lurah, dll. Karena para operatornya sabar-sabar dan memberi kenyamanan pada klien walaupun kesabaran kami sering di salah gunakan ,semua merasakan manfaatnya. Semoga warnet itu tetap bisa bertahan sampai saya sukses dan punya warnet sendiri.



Minggu, 30 Agustus 2015

Rumpun Bambu Di Sekitar Rumah

Dekat rumah saya dulu banyak tumbuh rumpun bambu, itu sekitar tahun 97an. Ada delapan rumpun bambu seingat saya, dan masing-masing rumpun bambu lebarnya 3-5 meteran berisi batang-batang bambu yang lebat dan kokoh menjulang tinggi. Jika siang hari di sekitar situ udaranya sangat teduh dan adem. Ada juga rumpun bambu sebelah utara bentuknya mirip gua karena terbentuk dari gabungan dua rumpun bambu atau lebih, orang-orang menyebutnya bambrongan. Di dalam bambrongan itu banyak sarang berbagai macam ular seperti ular hijau, cobra, ular kayu, bandotan macan, tali picis dll. Tak jarang ular-ular tersebut masuk rumah saya, tapi untungnya selalu berhasil dibunuh bapak saya. Ayam saya juga pernah buat sarang di dalam bambrongan itu untuk bertelur. Akhirnya di pindahkan bapak ke kandang soalnya di situ sarang banyak ular.

***

Rumpun bambu itu sangat bermanfaat bagi kehidupan kami. Mulai dari dinding rumah kami terbuat dari anyaman bambu, dipan ranjang tempat tidur, meja, tiap penyangga rumah semua kebanyakan terbuat dari bambu yang di ambil dari rumpun bambu sekitar rumah. Kalau musim jangkrik atau gangsir banyak orang-orang yang minta bambu buat rumah jangkrik, kalau bulan ramadhan dulu sering buat mercon bumbung dari bambu sama karbit, buat celengan buat nabung pun juga dari bambu.

***

Tapi di malam hari suasana menjadi seram. Suara-suara bambu itu bergesekan tertiup angin malam menimbulkan suara kreetttt... Kretek... Kretek... Kretek... Apalagi tengah malam semakin menyeramkan. Biasanya rumpun-rumpun bambu di huni kuntilanak. Untungnya saya belum pernah di lihati. Hiiiii jangan sampai.

***

Tahun demi tahun terus berganti, rumpun-rumpun bambu itu satu persatu hilang di telan keserakahan manusia sekitar. Sekarang yang bersisa cuma lahan tandus yang kering. Jika datang musim kemarau panas dan tambah panas dan menjadi tempat yang tidak nyaman lagi.

Rabu, 26 Agustus 2015

Khasiat Ayat-Ayat Suci Al-Quran dalam MP3

Akhir-akhir ini saya sering mimpi buruk. Gak siang gak malam, susah di tebak. Dalam mimpi saya sering melihat ular besar sejenis anaconda gitu selain itu saya juga ketemu makhluk halus berupa kuntilanak. Sebelum dia membahayakan saya siap melawan, sampai-sampai mau kembali ke dunia nyata untuk bangun dari tidur sangat sulit. Mata seperti tidak mau melek dan badan saya terasa berat untuk bergerakpun susah seperti ditindih. Untungnya di dalam alam mimpi pun saya masih bisa baca Al Fatikhah dan Allah SWT masih melindungi saya.
***
Alhamdulillah saya bisa bangun lagi ke dunia ini. Tapi saya jadi agak takut saat masuk waktu tidur, takut makhluk itu datang lagi ke mimpi saya. Dugaan saya sementara makhluk itu di kirim untuk merugikan keluarga saya oleh tetangga depan rumah saya. Jaraknya rumahnya sekitar tujuh meteran dari tempat tinggal saya. Saya curiga kepada tetangga saya itu karena dari jaman pembagian warisan alm. Kakek saya dari bpk, orang itu adalah paklek saya sekaligus tetangga (kebetulan adik bpk saya tapi istrinya yang lebih berbahaya) sudah mulai tebar kejahatannya untuk mencelakai keluarga saya dengan cara gaib. Sampai saat ini Allah SWT yang telah melindungi keluarga saya.
***
Dirumah saya hawanya sangat tidak nyaman beda kayak biasanya. Suasana lebih panas, ada aja yang bikin marah ujung-ujungnya cekcok antar keluarga padahal cuma masalah sepele. Saya juga sering pusing mendadak, tapi kalau saya keluar rumah rasanya lain. Intinya jadi gak betah di rumah sendiri.
***
Tapi sekarang saya mulai mencoba mencari solusi. Untuk membuat nyaman kembali suasana rumah saya. Lebih suka tidur agak maleman sekitar jam 12an untuk mengamati keanehan yang muncul di rumah saya. Kalau pun saya sudah nguantuk poll saya nyalakan mp3 ayat-ayat suci Al-Quran yang ada di HP cina saya, tapi saya gunakan hetset agar tidak terlalu keras dan membangunkan yang lain. Setelah itu saya taruh di samping bantal saya dengan volume agak keras tapi dengan hetset. Saya percaya kalau pendengaran makhluk halus lebih tajam daripada manusia. Makanya dia bisa tahu isi hati manusia yang takut dan tidak berdoa dalam hati ketika melewati tempat-tempat yang angker. Jadi kesimpulan saya makhluk halus yang mau mendekat dan mengganggu saya saat tidur, dia akan mendengar ayat suci Al-Quran di HP saya biar dia kebakar.
***
Dan hasilnya selama saya menerapkan resep tersebut sudah dua hari ini saya bisa tidur nyenyak tanpa bermimpi apalagi yang seram-seram. Malam jam 12 pasang mp3 dengan hetset di samping bantal saya terus tidur pulas tiba-tiba udah pagi. Sepulang kerja terus tidur siang saya nyalakan mp3 taruh samping bantal tidur, lho kok masih mimpi tapi gak terlalu seram. Bangun tidur udah jam 3 sore lihat HP eh ternyata baterainya abis, pantesan mimpi aneh lagi. Di hari ketiga ini saya nulis buat share ke temen-temen semua. Siapa tau ada yang sering mimpi buruk kayak saya kemaren. Tips di atas bisa di coba. Oke. Sampai jumpa.

Kamis, 20 Agustus 2015

Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini

Cuaca bulan Agustus ini sungguh tidak mengenakkan. Pagi lebih dingin, siang lebih panas, malam pun dingin disertai angin. Cuma suasana sorenya yang enak, langit biru cerah berangin dimanfaatkan anak-anak bermain layang-layang.
***
Tidak jarang banyak orang-orang yang terserang demam dan flu juga masuk angin. Siang itu dari dalam warnet tempat saya bekerja saya melihat suasana di luar dari balik kaca harmonika. Jalan raya yang panas dan berdebu dengan lalu lalang kendaraan. Dari seberang jalan terlihat seorang bapak-bapak penjual es krim campina yang sedang lewat menaiki sepeda bututnya, setelah itu ada juga mas-mas penjual bak cuci anti pecah yang berjalan kaki menjajakan barang dagangannya, barang dagangan itu di taruh di kepalanya untuk mengurangi sengatan matahari yang terik. Dalam hati saya bisa membayangkan betapa capeknya mereka keliling jualan di tengah cuaca panas seperti sekarang ini, belum lagi kalau gak ada yang beli gimana ya rasanya, yang pasti sangat kecewa. Tapi saya salut pada usaha mereka. Itu lebih mulia daripada profesi pengemis, pengamen dan tukang parkir liar.
***
Ternyata masih banyak orang-orang yang lebih sengsara dan menderita. Pengen rasanya membeli dagangan mereka. Tapi uang saya masih pas-pas an. Ya kalau rezeki saya di lebihin lagi sama  Allah SWT saya pengen beli dagangan mereka, biar mereka seneng dan semangat menghadapi kerasnya kehidupan.
***
Alhamdulillah hari ini saya dan keluarga saya masih di berikan Allah SWT kesehatan, makanan yang cukup, perlindungan, kenyamanan, ketenangan dll. Saya sadar selama ini cuma uang, uang, dan uang. Tanpa menyadari kenikmatan lain seperti keluarga yang sehat, teman-teman baik yang selalu menemani dan membantu saya, bisa menikmati langit biru di sore hari yang cerah. Semua itu lupa saya nilai padahal semua itu juga punya harga yang mahal mungkin tidak bisa di beli dengan uang.
***
Memandang ke depan itu perlu agar kita maju dan meningkat. Tapi semua itu butuh proses dan waktu, tidak bisa secepat kilat. Karena pada dasarnya manusia tidak akan pernah puas. Ya Allah semoga saya tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada mu atas kenikmatan yang telah engkau berikan dan tidak menilai semuanya dengan uang.

Sakitnya Di Bully

SD telah berakhir saya mulai masuk SMP tahun 2004. Saya masuk SMPN 12 Madiun. Lebih banyak kelas tentunya, muridnya pun juga banyak. Kelas 7 telah dimulai, saya pun bertemu teman-teman baru. Teman-teman sekelas saya baik-baik jarang ada yang menindas yang lemah. Walaupun di sekolah itu ada premannya yang kerjanya malakin uang jajan anak-anak lemah dan polos, tiap kelas harus setor sama dia.
***
Singkat cerita kelas 7 mau naik kelas 8 semua kelas di acak penghuninya. Saya jadi pisah deh sama teman-teman baik saya. Nasib saya memang apes saat itu di kelas 8 saya campur sama anak-anak nakal yang jail-jail. Saya terbilang anak yang lumayan pintar dari kelas 7 sampai awal kelas 8. Tapi itu tidak bertahan lama, semuanya berubah saat anak-anak nakal itu mulai menunjukkan taringnya. Saat guru memberikan PR di rumah saya mengerjakan dengan rajin dan sungguh-sungguh supaya dapat nilai terbaik. Eh paginya ketika saya datang terus masuk kelas di hadang sama anak-anak nakal itu dengan memaksa saya supaya meminjamkan PR yang saya kerjakan pada nya. Dia tidak segan-segan memukul saya kalau menolak permintaanya. Tidak cukup itu saja yang merugikan saya. Dia sering merampas perlengkapan sekolah saya seperti pensil, pulpen, penggaris dll dengan mengobrak abrik tas saya. Saya pun tidak bisa berbuat apa-apa karena saya cuma anak polos berbadan kecil. Untuk pencegahan saya membawa gembok kecil kuning untuk mengunci tas saya dan itu berhasil mencegah nya merampas barang-barang saya. Dia pun sering marah gara-gara tidak bisa membongkar isi tas saya. Sebagai pelampiasan saya sering di pukuli dia.
***
Dari situ saya mulai trauma. Di rumah pun saya tidak berani cerita ke ortu. Perasaan sakit ini cuma bisa saya pendam.  Saya tidak tau harus mengadu pada siapa waktu itu. Dampaknya saya jadi penakut, pemalu, pendiam apalagi kalau pas saya panik selalu banjir keringat. Saat presentasi di depan kelas pikiran saya masih ketakutan ingat siksaan anak nakal itu pada saya jadinya banjir keringat badan basah kuyub kayak kehujanan. Teman-teman sekelas pada heran tapi lebih banyak yang ngejek. Malu sekali saya waktu itu. Prestasi saya makin menurun. Yang awalnya berani mengemukakan pendapat jadi pendiam dan penakut.
***
Di lingkungan rumah saya mulai jarang keluar rumah. Jadi banyak merenung di dalam kamar. Sampai ke warung pun saya takut ketemu orang. Pokoknya ketemu orang asing jadi takut dan gelisah sendiri
***
Tak terasa kelas 8 berakhir juga berganti kelas 9. Teman-teman kelas 7 pun kembali satu kelas. Teman baik yang lama berpisah akhirnya bisa ngumpul lagi kangen banget rasanya. Tapi mereka tidak tau apa yang saya alami selama berpisah. Trauma itu masih terbawa di pikiran saya tapi saya mencoba menyembunyikannya dari teman baik saya. Saat teman baik saya tidak masuk atau pas saya di tinggal sendiri saya merasa panik dan kesepian banjir keringat pun datang. Soalnya saya cuma berani ngomong ke mereka. Ke teman lain jarang ngomong apalagi temen-temen cewek. Rasanya saya minder tingkat dewa gara-gara trauma di siksa anak nakal itu.
***
Setelah lulus UAN pisah lagi deh sama teman baik. Tahun 2008 mulai masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang daftar SMA ada yang SMK. Saya milih SMK negeri yang favorit tapi sayangnya tidak masuk karena nilainya kurang, dengan terpaksa masuk SMK swasta, yang penting saya udah berusaha. Di SMK pun saya masih membawa trauma itu di pikiran saya. Kebetulan teman-teman SMK saya berbadan besar dan tinggi-tinggi serta wajah yang sangar. Saya jadi gemetar saat pertama jumpa dengan mereka-mereka banjir keringat pun terjadi lagi. Saat upacara dekat mereka pun juga begitu saya basah kuyub oleh keringat. Mereka juga heran di kiranya saya lagi sakit. Guru SMK saya juga ngira kalau saya sakit. Akhirnya suruh masuk kelas gak boleh ikut upacara. Semua itu gara-gara trauma SMP saya jadi begini. Sampai saya pernah menalikan karet gelang ke jari saya supaya bisa meredam keringat saya kalau trauma itu datang lagi. Cara itu cukup berhasil tapi tidak sempurna, setidaknya bisa mengurangi rasa panik dan ketakutan saya yang berlebihan. Seiring berjalannya waktu saya mulai mengenal watak dan sifat teman-teman sekelas saya di SMK. Ternyata mereka baik tidak suka menindas walaupun muka nya serem-serem. Cuma satu dua yang resek tapi tidak seburuk SMP dulu. Kebetulan teman sebangku saya orang yang baik dia lah yang memulihkan mental saya sedikit demi sedikit. Saya jadi berani berbicara lagi, berani mengungkapkan pendapat lagi. Tapi belum pulih seutuhnya karena trauma itu masih sering menghantui saya. Kadang sampai sekarang ini saya masih sering bermimpi ketemu anak nakal itu.
***
Itulah sakitnya di bully, akibatnya mental jadi rusak, trauma mendalam. Sungguh jahat sekali para pembully itu. Tapi orang dewasa pun tidak lepas dari bully walau tidak bersifat siksaan fisik tapi dengan di cueki, di kucilkan, di deskriminasi, itu semua tidak kalah menyakitkan. Semoga anak saya kelak tidak jadi korban bully, cukup saya saja.

Rabu, 19 Agustus 2015

Di Bawah Pohon Pisang Pinggir Sawah.

Masa kecil memang penuh kenangan. Saya mau cerita lagi kenangan waktu SD kelas 2 dulu. Sepulang sekolah SD dulu saya lewat sawah. Kadang bareng teman kalau dia tidak di jemput ortu nya tapi lebih sering sendiri. Saat pulang bersama teman saya, dia namanya alex seperti biasa kami  lewat sawah. Di tengah perjalanan saat cuaca panas kami memutuskan untuk beristirahat sejenak. Kami memilih berteduh di bawah pohon pinggir sawah. Sambil duduk-duduk menikmati pemandangan sawah di siang hari yang panas. Sawahnya waktu itu di tanami tebu sebagian udah di panen. Ternyata nyaman juga duduk di bawah pohon pisang pinggir sawah. Setengah jam kami berdua melepas lelah terus pulang ke rumah masing-masing.

***

Besok siangnya lagi kami pulang berdua dan berencana mampir lagi di pohon pisang pinggir sawah. Hari itu si alex bawa roti coklat meses di taruh di dalam lepak. Saya cuma bawa air minum. Akhirnya kami makan bersama sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan siang di sawah. Kami juga mengerjakan PR yang diberikan Bu guru di sekolah tadi, sisanya kami kerjakan di rumah masing-masing. Dan siang itu pun berlalu dengan cepat. Sungguh kebersamaan yang menyenangkan walau pun tidak abadi.

***

Persahabatan kami memudar seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia kami. Dan status orang tua kami juga mempengaruhi kepribadiannya. Saya anak orang miskin si alex anak orang kaya yang serba di manja. Lama-lama dia meninggalkan saya memilih bermain dengan anak orang kaya lainnya. Kami pun memilih jalan masing-masing. Walaupun kami sudah berpisah saya harap dia masih mengingat kenangan itu.

Senin, 17 Agustus 2015

Menikmati Siang Hari Di Rumah Pohon

Sekitar tahun 2007an waktu jaman SMP. Saya dan teman-teman di kampung mempunyai ide untuk membuat rumah pohon sebagai tempat berkumpul bersama, kami menyebutnya markas. Kebetulan di dekat rumah saya ada pohon waru dengan ketinggian kira-kira 5 meteran. Persiapan untuk membuat rumah pohon teman saya mencari papan-papan bekas di rumahnya, seperti triplek bekas atap rumah yang copot, pintu bekas yang gak terpakai lagi, dan spanduk-spanduk bekas yang ada di pinggir-pinggir jalan kami ambil diam-diam. Setelah semua bahan terkumpul saya dan teman-teman mulai  membangun rumah pohon itu. Saya bagian naik ke atas karena saya lebih ahli kalau manjat pohon. Teman yang lain di bawah membawakan dan menyalurkan peralatan yang diperlukan seperti pisau, cuter, tang, tali, paku, dan kawat. Sebelumnya kami harus membuat pondasi dari batang-batang bambu sebagai penopang beban. Untuk alas pijakan rumah pohon kami pasang pintu bekas yang gak kepakai dari gudang dekat rumah teman saya, kayu pintu itu lumayan tebal, keras, dan kuat sebagai pelengkap kami lapisi karung-karung beras yang fungsinya sebagai tikar. Atap dan sisi dindingnya kami pasangi triplek dan spanduk yang di ikat dengan kawat maupun tali. Rumah pohon pun siap di gunakan. Kami pun segera naik ke atas untuk mencoba rumab pohon kami menggunakan tangga bambu yang saya pinjam dari bapak saya yang biasa buat benerin genteng. Enak sekali suasana diatas rumah pohon. Tidak terasa hari sudah sore kami pun mengakhiri sejenak acara kumpul bersama di rumah pohon setelah itu menuju lapangan untuk bermain sepak bola.
***
Besoknya lagi sepulang sekolah jam 12 siang. Habis makan siang saya naik ke rumah pohon sambil menunggu kedatangan teman-teman. Di rumah pohon saya tiduran sambil menikmati angin semilir berhembus lembut, walau panas terik tapi pohon waru tempat penopang rumah pohon tetap terasa teduh karena daunnya lumayan banyak tapi tidak terlalu rimbun takutnya ada ular hijau. Dari atas semua dapat terlihat, dari kejauhan saya bisa melihat orang lewat di jalan kampung saya mulai dari anak-anak yang pulang sekolah, penjual makanan keliling. Tapi mereka yang lewat tidak menyadari saya di rumah pohon karena jaraknya lumayan jauh.
***
Teman saya pun akhirnya datang semua dan naik ke atas satu per satu. Dalam perbincangan anak-anak SMP itu muncul ide untuk iuran anggota markas buat beli radio walkman yang ada loudspekernya buat hiburan kalau lagi ngumpul di rumah pohon. Ide itu pun akhirnya terlaksana juga. Kami membeli radio walkman kecil seharga 8ribuan di alun-alun madiun. Belinya sama-sama naik sepeda boncengan.
***
Suasana di rumah pohon pun jadi tambah asik dengan alunan lagu-lagu remaja. Kami dengerin bersama sambil tiduran sambil menunggu sore hari untuk bermain sepak bola di lapangan. Begitu terus setiap hari. Rumah pohon itu tempat berkumpul kami serta menyatukan semangat kami. Sampai suatu hari salah satu dahan pohon waru penopang rumah pohon kami mulai retak dan akhirnya patah, hari naas itu pun terjadi. Dua teman saya yang duduk di ujung tepi ikut jatuh di ikuti robohnya pondasi serta tempat pijakan. Satu teman saya jatuh sampai ke tanah yang satunya lagi masih sempat gelantungan. Untungnya mereka tidak ada yang luka serius dan tidak patah tulang. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Itulah akhir dari markas rumah pohon kami yang penuh kenangan.

Minggu, 16 Agustus 2015

Saya Bukan Kuda Biasa

Di dalam pekerjaan saya sebagai operator di warnet pasti sering di suruh-suruh entah atasan maupun pelanggan. Kadang pas waktunya istirahat sejenak untuk makan siang atau waktu sholat kebanyakan pelanggan tidak peduli maunya cepat dilayani. Dalam situasi seperti itu saya langsung memakai jurus seribu satu alasan menyudahi pemaksaannya. Contoh saya pas makan siang sama teman saya, teman saya setia menemani saya dan bantu-bantu di warnet, eh tiba-tiba pelanggan resek datang terus minta di prinkan cepet padahal saya lagi duduk sambil pegang sendok. Menurut saya itu tidak sopan dan egois, dalam hati saya gak terima momen makan bersama teman di ganggu, terus saya bilang aja kalau tintanya habis ini masih di belikan, si pelanggan resek pun akhirnya pergi dengan sendirinya tanpa perlawanan. Andai saja dia menghormati saya yang lagi makan " Monggo mas di lanjut dulu makannya saya tunggu " pasti saya juga menghormati dia. Terus ada lagi pelanggan laennya pas saya masuk shif malam kebetulan hari itu sabtu malam minggu gak terasa udah waktunya pulang jam 23.00 Wib pintu udah mau tak tutup, tiba-tiba si pelanggan resek satu ini masuk cepet-cepet dengan muka senyum-senyum sendiri kayak ada maunya gitu. Ternyata dia mau nyuruh saya ngeditkan tugas-tugas dia tidak cukup satu dua tapi sepuluhan alasannya mendesak buat besok pagi. Itu pun ngeditnya minta gratisan tanpa bayar. Karena saya udah hafal watak orangnya jadi udah saya maklumi aja. Tapi dalam hati juga gak terima di jadikan kuda gratisan yang harus nurut di suruh-suruh dia. Seribu alasan pun saya mainkan lagi. Saya berkata pada si pelanggan resek "Mas sory ini mau tutup dulu udah jam 11 saya ada janji sama temen, udah di tunggu ini. Si pelanggan resek pun pergi tanpa perlawanan juga. Itu lah senjata saya untuk menghadapi para pelanggan resek. Mereka kira saya kuda bodoh yang bisa di suruh-suruh seenaknya kapan saja. Oww tidak bisa. Hormati dan hargai saya dulu baru saya mau di suruh-suruh. 

Kamis, 13 Agustus 2015

Lampu Semprong Menemani Malamku

Ilustrasi From Google

Malam ini gak bisa tidur, mending nulis blog aja. Malam yang sunyi hanya jam dinding yang berdetak keras saking sepi nya ni malam. Sambil memandangi lampu neon kuning 5 watt yang ada di kamar saya. Kalau memandangi lampu neon kuning jadi inget nyala lampu semprong isi minyak tanah dulu waktu rumah saya belum pasang listrik saat hidup keluarga saya masih susah. Bagi keluarga saya listrik merupakan barang mewah, apalagi tv. Yang ada hanya radio tua besar merek nasional pake dua buah baterai abc besar yang menghibur sehari-hari. Pagi siang malam sampai pagi lagi begitu seterusnya.

Radio Saya Jaman Dulu Gambar Dari Google
Tapi saya berharap dan berdoa dewasa nanti bisa merubah kehidupan keluarga saya menjadi lebih baik. Makanya saya tetep semangat sekolah. Saat itu saya masih TK mau masuk SD. Waktu malam tiba lampu semprong di nyalakan ibu saya untuk penerangan di dalam rumah dan untuk penerangan belajar. Lampu semprongnya dulu ada 3 yang satu besar untuk belajar saya dan yang dua agak kecil buat ruang kamar sama dapur. Kala itu rumah saya masih berdinding anyaman bambu atau gedek. Lampu semprong itu ada puterannya buat manjangin sumbunya, kalau mau terang tinggal panjangin sumbunya, kalau mau tidur tinggal di pendekin sumbu nya biar agak redup. Walaupun belajar pakai lampu semprong tetep saya syukuri kok bahkan menurut saya lebih menjaga konsentrasi apalagi di dukung suasana tenang yang jarang di temukan sekarang ini. Kata orang sih kalau belajar pakai lampu semprong itu bisa buat mata rabun, buktinya mata saya masih tajam setajam pisau dapur masih normal sampai sekarang. Setelah selesai belajar lampu semprong itu di cantol kan di tiang bambu yang ada pakunya supaya penerangan merata di dalam rumah saya. Belajar udah ngerjain PR juga udah waktu nya nonton tv,  walau di rumah belum punya tv bapak dan ibu saya ngajak saya nonton di rumah tetangga dan selalu pindah-pindah. Karena tetangga tidak semua baik mau di nunuti nonton. Ada yang merasa terganggu kalau keluarga saya mau nunut nonton. Kadang dari jauh sebelum kami datang pintu rumahnya pada ditutup rapet2. Sungguh sakitnya tuh disini. Ya mau gimana lagi nasib orang miskin. Keluarga saya baru mampu pasang listrik sekitar tahun 99an tapi baru listriknya aja belum ada tv nya jadi masih terpaksa nunut nonton tv ke tetangga. Walau begitu saya udah bersyukur keluarga saya ada kamajuan bisa pasang listrik belajar jadi makin terang. Dan lampu semprong pun tergantikan tugasnya. Tapi tidak kami buang, ibu saya meletakkannya tiang bambu dapur yang ada pakunya buat cantolan. Dalam hati saya berterima kasih pada lampu semprong itu. Bagaimanapun juga lampu itu telah lama berjasa bagi keluarga kami, menemani belajar malam saya sampai tidur. Baru di tahun 2002 keluarga saya dapat bantuan tv dari pakde saya atau kakak bapak saya yang tinggal di jawa barat. Paketan tv itu datang hari sabtu siang tahin 2002 lupa bulannya. Mereknya LG Dino ukuran 14 inc.

Gambar Dari Google
Senengnya bukan maen gak perlu lagi nonton di tetangga. Akhirnya tahun demi tahun kehidupan keluarga saya ada kemajuan dari dinding anyaman bambu udah di tembok kasar, dari lampu semprong udah ganti lampu listrik, udah ada tv di rumah gak perlu nunut nonton ke tetangga lagi. Alhamdulillahhirobbil alamin. Tapi ada yang saya kangeni saat suasana rumah dulu. Yaitu ketenangan yang tidak saya temui di suasana rumah sekarang. Good night see u next time.

Selasa, 11 Agustus 2015

Enaknya Saat Hujan Tak Seenak Kenyataan

Ilustrasi From Google

Saat musim kemarau gini saya jadi merindukan musim hujan. Dasar manusia emang gak ada puas-puasnya. Kali ini saya akan membahas tentang musim hujan biar pikiran jadi adem, sejuk, dan tenang. Bayangan kita kalau hujan itu penuh berkah karena sawah para petani gak kekeringan lagi, tanah-tanah jadi subur, udara pagi jadi tambah sejuk. Tapi nyatanya kita yang lagi di kasih hujan malah sebel. Berangkat-pulang kerja kehujanan, Berangkat-pulang sekolah kehujanan, cucian pada gak kering, males keluar rumah atau bepergian kalau hujan ya kan. Hujan itu indah bagi yang tidak kehujanan, tapi itu tidak berlaku bagi anak-anak kecil jaman dulu. 
Ilustrasi From Google

Anak-anak kecil jaman dulu malah bahagia kehujanan biar bisa hujan-hujan maen air, maen sepak bola sama teman-teman, lari-lari keliling kampung cari mangga matang yang jatuh. Itu saya dulu waktu anak-anak. Gak cuma anak laki aja yang ikut hujan-hujan tapi anak perempuan juga ikut. Asik pokoknya. Kalau di jaman internet seperti sekarang ini saya perhatikan jarang ada anak-anak kecil yang maen hujan-hujan seperti jaman saya dulu. Anak-anak kecil sekarang malah banyak ngerem aja di dalam rumah maenan gadget ngegame. Kalau pun kehujanan dikit orang tuanya kuatirnya berlebihan. Padahal kan maen hujan-hujan juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh adaptasi dengan hawa dingin asal tidak berlebihan atau kelamaan. Tapi turun hujan enaknya pas sore sama tengah malam. Kenapa ? Karena kalau hujannya turun di pagi hari bikin kita malez, harusnya pada kerja, sekolah, atau kuliah jadi pengen ngerem aja di kamar sambil selimutan. Kalau hujan turun pas siang pasti ibu-ibu banyak yang ngomel gara-gara cucian pada gak kering. Hujan di sore hari sangat indah di nikmati, sejenak kenangan-kenangan kita muncul kembali. Suara gemericik air mendinginkan pikiran kita dari berbagai rutinitas untuk santai sejenak. Apalagi kalau di temani pacar sama yang anget-anget seperti kopi susu + tempe atau singkong goreng tambah mantap suasananya. Menjelang magrib kalau hujan udah reda atau gerimis rintik-rintik biasanya banyak pedagang keliling seperti penjual sate keliling, penjual jagung rebus, penjual mie ayam, penjual kue putu, dll. Kalau saya lebih seneng beli sate keliling sama jagung rebus buat camilan bareng keluarga saat suasana musim hujan. Kalau hujannya tengah malam enak juga kita bisa tidur nyenyak. Tapi jaman dulu kalau hujan pas tengah malam bapak saya selalu waspada karena para maling ayam pada beraksi. Udah dua kali ayam saya hilang di gondol. Malingnya meninggalkan jejak tapak kakinya pas pagi hari di cek oleh bapak saya. Saat pagi harinya setelah hujan deras semalam udara jadi semakin sejuk kadang sedikit berkabut juga. Enak sekali di hirup. Tapi di jaman internet sekarang ini cuaca sulit di tebak. Belum waktunya musim hujan udah turun hujan. Mungkin efek dari global warming ya. Mau hujan atau tidak itu semua kuasa Allah SWT kita hanya bisa berdoa yang terbaik buat kita dan semuanya. See u next time.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Asiknya Mancing Di blumbang

Ilustrasi From Google

Sore-sore yang cerah gini jadi inget mancing waktu saya masih SD dulu sekitar tahun 99-20an. Mancingnya bukan disungai lo tapi di blumbang. Blumbang adalah sebutan basa jawa untuk kolam, empang, atau bekas cerukan lain, ada yang buatan dan ada yang terbentuk alami. Kali ini saya akan bercerita tentang blumbang di dekat rumah saya kebetulan blumbangnya itu terbentuk alami bukan buatan orang. Jaraknya dari rumah saya cuma 20 meteran. Blumbangnya terletak di tanah kosong selatan area kuburan. Ukuran blumbangnya pun tidak terlalu besar. Tanah kosong itu di tumbuhi rumput-rumput hijau, semak-semak, dan pepohonan lain. Sering buat gembala kambing-kambing saya karena rumputnya segar-segar. Disitu blumbangnya tidak hanya satu tapi tiga. Sebelumnya orang-orang di kampung tidak ada yang peduli sama blumbang di tanah kosong itu.
Awalnya bapak mau ngajak saya mancing di sungai dan lewat jalan setapak di area tanah kosong itu. Terus bapak saya iseng-iseng cabut beberapa tanaman eceng gondok di blumbang itu eh ternyata ada airnya dan terlihat lalu lalang ikan-ikan di bawahnya. Airnya tidak terlihat karena di tumbuhi banyak eceng gondok. Sungguh penemuan yang luar biasa. Saya masih heran darimana asal ikan-ikan itu. Kok bisa blumbang ini ada ikannya apa dari dalam tanah ya. Akhirnya saya pun mancing di situ sama bapak sampai magrib dapat satu ember cat penuh. Dan kami pun pulang menuju rumah. Ikan-ikan itu saya masukkan ke bak mandi semen yang udah tidak terpakai lagi. Saya tampung semuanya di situ. Kebanyakan yang di dapat ikan betik atau betok. Ikan lele dan ikan gabusnya cuma sedikit jarang terpancing. Besoknya lagi sore hari saat matahari nggak terlalu terik saya mancing di blumbang itu lagi tapi kali ini mancing sendiri nggak sama bapak terus begitu selama seminggu. Di sekolah saya bercerita pada teman saya dan sepulang sekolah teman saya pun rela jauh-jauh datang ke rumah saya karena pengen mancing di blumbang itu. Ikan-ikan hasil mancing saya jual ke anak-anak kecil di kampung saya harganya 500an. Lumayan buat jajan di sekolah. Sebulan telah berlalu kabar tentang blumbang ikan di dekat rumahku menyebar pada orang-orang kampung. Dan akhirnya mereka banyak yang mancing ke blumbang situ. Sampai suatu hari waktu saya mau mancing di situ suasana sepi biasanya orang-orang kampung udah mendahului saya. Saya lihat di blumbang airnya agak berbusa gitu dan tanaman eceng gondoknya ilang semua terus bau obat yang menyengat. Oh ternyata blumbangnya ada yang motas. Tega banget yang melakukan ini. Merusak sumber habitat ikan-ikan liar. Akibatnya saya nggak bisa mancing lagi di situ. Dan lama kelamaan blumbang itu mengering sudah tidak ada lagi tanaman eceng gondok yang tumbuh. Kalau pun musim hujan datang yang ada cuma kodok dan ular jadi penghuni blumbang itu. Dasar manusia perusak.

Jumat, 07 Agustus 2015

Warung Tepo Di belakang Sekolah Di pinggir Sawah


Ilustrasi From Google

Malam ini keinget sama jaman SD dulu. Kangen jajan yang enak-enak. Tapi saya gak ngebahas tentang jajanan waktu SD kali ini tapi saya mau cerita tentang warung tepo di belakang sekolah saya dan letaknya di pinggir sawah karena belakang sekolah saya adalah sawah yang lumayan luas. Saya kalau waktu pulang sekolah juga lewat sawah situ. Tentang warung tepo, mungkin ada yang belum tau tepo, tepo itu sejenis ketupat bisa di bilang begitu karena bahan dan rasa nya juga sama cuma beda nama. Makannya di campur potongan tahu tempe campur toge, kubis, dan sedikit seledri kemudian di siram sambal kecap pedas di taburi kacang yang di ulek ( di tumbuk ) sebagai pelengkap di tambah kerupuk bandung. Perkiraan saya warung tepo itu sudah berdiri sejak lama sekali entah kapan saya masuk SD situ udah ada warungnya mungkin turun temurun. Sebenarnya yang jualan orangnya nggak begitu higienis atau basa jawa nya kurang resikan dan juga galak. Yang jualan namanya mbok ben (mbok dalam basa jawa berarti ibu). Tapi buat anak-anak seusia saya yang penting perut kenyang dan rasanya cocok tapi kalau orang tua saya tau pasti di marahi karena dirumah udah di nasehati untuk tidak jajan sembarangan. Tapi yang membuat warung itu tetap ada yang beli mungkin dari suasananya yang mendukung walau yang jualan banyak kurangnya. Suasana di sekitar situ sejuk tenang jauh dari hiruk pikuk kendaraan karena tempatnya mewah (mepet sawah). Warung tepo itu sangat sederhana terbuat dari papan-papan kayu bekas, atapnya seng yang udah berkarat lantai dalamnya tanah seperti rumah di pedesaan. Pembelinya biasanya anak-anak di SD saya juga guru-gurunya, para petani di sawah, juga penggembala kambing di sekitar sawah sering mampir kesitu. Menu detailnya di warung itu yaitu tepo tahu tempe harganya 1000an, tempe tahu sayur (diatas tempe atau tahu di kasih toge kubis seledri trus disiram sambal kecap plus kacang ulek) 300an, kerupuk sambal (kerupuk bandung disiram sambal kecap pedas plus kacang ulek) 100an. Minumannya es teh, teh anget, kopi hitam kopinya di giling sendiri dulu jarang kopi sachet, terus wedang jahe. Saya kangen suasana warungnya yang sederhana melambangkan kerja keras orang desa. Kalau sudah sore warung itu tutup terus mbok yang jualan pulang naik sepeda onta tua yang udah karatan sambil pake caping (topi petani). Setelah saya lulus dari SD situ saya udah jarang lewat sawah deket warung itu karena SMP saya lumayan jauh jadi harus naik sepeda gak lewat situ lagi. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Saya udah lulus SMP mau masuk STM. Kabarnya tahun 2007 waktu itu sawahnya kena gusur mau dibangun LP (Lembaga Permasyarakatan) khusus narkoba dan warung tepo di pinggir sawah itu pun kena gusur entah sekarang pindah kemana atau mungkin nggak jualan lagi. Sungguh warung yang penuh kenangan.

Kelemahan Hantu Yg Perlu Di buktikan

Gambar Dari Google

Yang jadi pertanyaan saya selama ini kenapa hantu lebih sering menampakkan diri seutuhnya di tempat-tempat gelap atau remang-remang, lembab, kotor dengan suasana yang sunyi sepi. Jarang ada hantu yang menampakkan diri di tempat yang terang benderang, bersih apalagi suasananya rame. Paling kalau nekat mau nampak cuma dalam bentuk halus atau transparan itu pun cuma bisa di tangkap lensa kamera waktu ada yang foto-foto. Jadi menurut pendapat saya hantu itu takut pada cahaya terang dan menyilaukan, terus suara keras seperti alarm atau sirine, dan mp3 ayat-ayat suci Al-Quran. Itu yang perlu di buktikan. Bagi yang sering dan seneng camping harus sedia lampu senter (+Laser jarak jauh lebih bagus) yang paling terang buat nyorot si hantu kalau berani menampakkan diri. Bisa di tambah ketapel sama batu nya sekalian kalau si hantu mendekati kita tinggal tembak aja, terus ini juga gak kalah penting peluit buat alarm fungsinya buat tanda bahaya kalau ada si hantu atau ancaman lain di hutan, dan jangan lupa juga HP kita isi dengan mp3 ayat-ayat suci Al-Quran untuk jaga-jaga kalau ada teman kita yang kesurupan. Tidak ada salahnya untuk di coba. See u next time.

Rabu, 05 Agustus 2015

Kenangan Bersama Radio Walkman

Di tahun 2000an sampe 2008 masa jayanya radio walkman karena yang punya HP sangatlah jarang waktu itu dan kalau punya HP nya juga masih polyponik apalagi yang ada kameranya cuma orang kaya yang punya. Mempunyai radio walkman saat itu rasanya sangat-sangat bahagia.Walkman pertama saya dibelikan bapak gak ada loudspeakernya kurang asik

Walkman Pertama Saya Tanpa
Loudspeaker Cuma Bisa Pake Hetset

Walkman kedua di beliin ibu saya pas rekreasi di malang harganya 20rb an warna merah trus bentuknya menarik kalau nyari frekuensinya tinggal pencet-pencet tombol aja.Yang ini walkman kedua saya.

Ilustrasi Walkman Kesayangan Saya Dulu Yang Ada Loudspeakernya

Saat pulang sekolah pas SMP waktu itu naik sepeda capek terus sampe rumah ganti baju, cuci tangan, makan, terus tiduran di kamar sambil dengerin radio walkman saya. Dengerinnya gak pake hetset tapi langsung loudspeker dengan volume yg pas tidak terlalu keras. Stasiun radio madiun favorit saya dulu DCS FM sama Pro 2 FM kalau pas siang lagu-lagunya pas buat anak-anak remaja seusia saya. Dengerin sampai tidur pulas gak terasa udah sore. Temen saya datang ke rumah ngebangunin ngajak main bola di lapangan bersama temen-temen yang lain. Pulangnya mandi, makan terus belajar juga di temen i radio walkman kesayangan saya. Kadang pas terbangun waktu subuh saya juga nyalain radio saya tapi pake hetset biar gak ganggu yang lain. Acara waktu subuh yang saya sukai yaitu pas ceramahnya KH. ZAINUDIN M.Z dai sejuta umat itu. Ceramahnya ada diselingi cerita-cerita yang lucu tapi masih dalam lingkup islam. Pokoknya dia selalu menemani. Jadi jarang ada kata galau atau kesepian saat itu. Radio walkman saya pake baterai sanyo yang biasanya buat balap tamiya jadi awet kalau habis tinggal cas. Seiring berjalannya waktu radio walkman saya rusak entah jatuh atau gimana saya agak lupa pokoknya spekernya gak bisa bunyi lagi terus saya buang deh. Sebagai gantinya bapak saya membelikan radio kotak kecil spekernya lebih besar terus kalau cari frekuensi harus manual geser-geser tuning tapi saya seneng radio saya yang lama. Setelah di belikan yang baru saya malah jarang dengerin radio lagi. Mungkin bentuknya kurang menarik.

Selasa, 04 Agustus 2015

Hargailah Operator Warnet, Jangan Remehkan Mereka Kawan

Kali ini saya akan bercerita tentang pekerjaan saya sekarang ini. Saya tinggal di kota kecil madiun jatim dimana mencari lapangan kerja yang sesuai belum saya dapatkan akhirnya sementara saya jadi operator warnet tepatnya di warnet slamet riyadi. Pahit manis asem asin sudah saya rasakan selama jadi operator warnet maksudnya suka dukanya. Sebagai operator warnet mau tidak mau pasti harus melayani setiap pelanggan yang datang. Tidak semua pelanggan itu orangnya baik kebanyakan orangnya resek suka buat emosi gak cewek cowok, tua muda anak-anak, bapak-bapak ibu-ibu, engkong nenek-nenek, kaya miskin ada aja cari gara-gara bikin emosi naik. Tidak heran waktu saya libur bekerja saya coba survei main ke warnet lain sekitaran sini, kebanyakan muka operatornya jutek-jutek saya sih udah bisa memahami mereka karena saya juga mengalami pasti mereka kebanyakan ketemu pelanggan-pelanggan resek jadinya bad mood. Saya cuma berpesan kepada para pelanggan warnet jangan samakan kami dengan kuda yang bisa kalian suruh seenak kalian untuk berlari kencang walau tubuh kami sudah lelah, kami juga punya rasa lelah dan jenuh. Harusnya kalian bisa memahami dan tidak memaksa. Selain itu belum lagi kalau ada preman yang masuk kebanyakan cari gara-gara. Kebetulan di warnet tempat saya bekerja di larang merokok di dalam warnet eh ternyata masih nekat ngrokok ampun deh ngajak berantem ni ujung-ujungnya. Untungnya kesabaran dan akal sehat saya masih bisa menahan dan berpikir untung rugi nya jika di ladeni berantem. Terus dengan gaji saya yang sedikit saya mencoba memenuhi kebutuhan sendiri untuk tidak mau merepotkan orang tua saya. Tetap saya syukuri rejeki saat ini. Saya percaya ini hanya batu loncatan saja. Bagian yang membuat saya bahagia saat dapat pelanggan cewek cantik baik sopan seneng banget rasanya hati ne jadi adem betah berlama-lama. Tapi tidak jarang juga cewek cantik yang cuma mengambil keuntungan dari saya buat disuruh-suruh ini itu pokoknya diperbudak deh. Tapi sekarang saya sudah semakin tegas tiap hari level ketegasan saya bertambah untuk menghadapi pelanggan-pelanggan resek itu. Sekian dulu ceritanya pesan saya mari kita saling menghargai sesama jangan pernah menghina karena itu pasti menyakiti hatinya. Ibarat kita bermain api kalau tidak berhati-hati pasti terbakar. See u next time.

Senin, 03 Agustus 2015

Mimpi Sekolah Lagi

Gak tau kenapa aku sering banget mimpi sekolah lagi tapi sekolah dasar atau SD. Disana aku ketemu temen-temen waktu SD dulu. Umumnya anak-anak SD kami bermain, bercanda dan berinteraksi seperti biasa. Tapi anehnya waktu pelajaran dimulai buku tulis ku untuk mencatat selalu ketinggalan dan aku pun akhirnya selalu ijin alasan kebelakang padahal mau pulang diam-diam (istilah disini colut). Dan pada akhirnya waktu sampai rumah aku tidak pernah kembali lagi kesekolah. Itulah yang membuat aku penasaran kenapa keseringan mimpi di sekolah SD ku dulu. Apa akhir-akhir ini aku merasa kesepian kangen masa-masa SD dulu karena bagi ku waktu SD dulu tidak ada beban pikiran seperti sekarang ini harus mikirin pekerjaan, pernikahan, masa depan. Paling banter cuma mikirin PR mate lainnya cuma main sampai puas. Itulah sglintir mimpi yang saya alami. Bagaimana dengan mu ???

Sabtu, 01 Agustus 2015

Jangan Bangga Bersepeda Di Jalan Raya


Banyak orang menganggap bersepeda adalah olahraga yang sehat.Itu benar sekali tapi kalau dilakukan ditempat yang tepat. Bersepeda di jalan raya sangatlah berbahaya. Banyak ancaman di sekeliling kita mulai dari kendaraan bermotor maupun roda empat yang ingin menang sendiri menguasai jalan raya. Sehingga pengendara sepeda pun seperti di pojokkan. Selain itu ancaman kesehatan bagi pengendara sepeda yaitu polusi yang terhirup mulai dari debu asap, kendaraan dll. Jadi bila ingin bersepeda ria carilah tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota, kendaraan dan polusi. Tempat yang cocok seperti pedesaan, hutan lindung, taman, maupun pegunungan. yang penting masih hijau dan sejuk pastinya akan membuat acara bersepeda menjadi ceria dan sehat.

Selasa, 19 Mei 2015

Aku Pharmacopobia / Takut Obat

Ilustrasi from Google

Dunia memang luas begitu juga dengan sifat manusia yang berbeda-beda. Ada yang a, b, c sampe z. Semua tidak bisa disamakan. Kali ini saya akan sharing tentang ketakutan pada obat atau bahasa kerennya pharmacopobia yang saya alami sejak kecil. Tiap sakit pasti bikin stress. Bukan masalah sakitnya tapi masalah minum obatnya. Apalagi kalau udah ketemu amoxilin. Ampuunn dah bawaannya pengen mual dan muntah busuk banget baunya. Di situ kadang saya merasa sedih dan akhirnya mencari alternatif lain. Setelah searching di google saya memilih madu untuk pengganti antibiotik saya. Untuk nyeri saya pilih panadol walaupun harus dihancurkan dulu pake sendok coz gak bisa nelen langsung. Panadol pahitnya gak begitu tajam daripada obat2 tablet lain plus bau nya juga tidak terlalu menyengat. Biarpun orang tua dan temen-temen pada ngledekin aku katanya seperti anak kecil saya tidak peduli memang begini adanya.

Jumat, 08 Mei 2015

Lazzer band - Debu Bintang

Bagai debu bintang
Di malam ini
Bersinar terang
Memberi kehangatan

Andai kau disini
Bersamaku
Kita bersama
Menikmari malam ini

Walaupun kau jauh disana
Ku kan slalu ada untukmu
Walau malam ini ku sendiri
Kita kan bertemu lewat mimpi

Lazzer Band - Impian Kita

Kita harus bisa buktikan pada dunia
Bahwa kita bisa
Semua takkan ada jika tak memulainya
Jangan menyerah

Tak perlu ragu untuk terus melangkah
Kuatkan hatimu
Walaupun rintangan menghalangi kita
Hadapi semua

Reff : Berlarilah sekuat tenaga
          Untuk bisa mengejarnya
          Jangan berhenti, berhenti disini
          Mengejar impian kita