Jumat, 23 April 2021

BELI LAGI

Semua orang pasti punya barang kesayangan atau barang berharga, seperti HP, motor, mobil, jam tangan, gitar, sepatu, televisi dll. Tetapi kadang barang-barang itu bisa hilang meninggalkan kita kapan saja. Entah itu karena rusak, dicuri orang, dijual karena butuh uang, dsb. Saat barang berharga kesayangan kita hilang atau dicuri orang, memang rasanya sedih banget campur pusing, rasa tidak rela akan mengganjal terus di hati dalam waktu yang lama.

***

Ya sudahlah tidak usah disesali dalam-dalam pusing berkepanjangan, karena semua itu hanya titipan Allah SWT saja. Mungkin salah kita juga yang tidak bisa menjaga barang berharga itu. Menganggap keamanannya sepele, tidak ada yang mengincar. Lha terus bagaimana kalau sudah terlanjur hilang ??? Ya Beli Lagi, kalau ada uang lebih. Kalau belum ada uang, ya bersabar dulu. 

***

Memang kalau beli lagi hasilnya tidak akan sama dengan barang yang lama. Bisa lebih bagus atau malah makin jelek. Tetapi setidaknya bisa menggantikan barang lama yang hilang. Maka dari itu jangan menyepelekan barang apapun yang kita punya, harus dijaga sepenuh hati. Kalau ada barang yang hilang kita juga yang repot, mau pinjam siapa. Ya kan ???

Sabtu, 03 April 2021

Pengalaman Saya Suka Duka Kerja Di Kantoran

Siapa sih yang nggak pengen kerja kantoran, saya yakin pasti banyak yang mau. Berangkat kerja rapi, bersih, wangi, dan berwibawa. Tetangga yang melihat pasti segan. Kerjanya enak diruangan ber AC, tidak kotor-kotor, dilengkapi meja kursi beserta satu set komputer untuk tiap karyawan. Tapi dibalik itu semua ada suka dukanya.

***

Alhamdulillah saya dulu mendapat kesempatan dari Allah SWT untuk bekerja di sebuah kantor anak perusahaan ternama di indonesia. Mulai dari magang sampai PKWT. Waktu itu saya beruntung bisa lolos tes gambar desain. Dan bisa bekerja mengikuti alur. Waktu pertama kali masuk suasana kantor, pengennya saya mengakrabi semua orang disitu. Tapi ternyata tidak bisa, di dalam kantor ternyata terbentuk suatu kasta. Jabatan dan status sosial adalah hal utama yang membatasi suatu keakraban di kantor. Kecuali bagi seorang penjilat batasan itu tidak berlaku.

***

Sukanya kerja di kantoran itu :

  1. Bersih, rapi, wangi, berwibawa
  2. Tidak kotor-kotor
  3. Disegani tetangga
  4. Tempat kerja nyaman gaji oke
  5. Bisa kerja sambil nyantai
  6. Bisa kerja sambil ngemil
  7. Bisa kerja sambil sandalan
  8. Sholat tinggal sholat
  9. Banyak jama'ah sholat
  10. Sholat jumat di masjid kantor
  11. Kalau sore hari bisa order makanan rame-rame bersama teman-teman kantor.
  12. Hari terasa cepat berlalu
  13. Weekend libur bisa piknik
  14. Serasa orang penting
  15. Bisa mp3 an sambil kerja
  16. Bisa ngobrolin berita yang lagi viral bersama teman-teman kiri kanan
  17. Kalau ada piknik bersama di kantor juga enak, terutama yang sudah berkeluarga
  18. Sering dapat bonus 2x gaji kalau rame orderan
  19. Buka bersama saat puasa pasti mewah
  20. THR dan Parsel yang mewah
  21. Pulang kerja bisa langsung mampir ke rumah temen, ke mall, ke angkringan

***

Dukanya kerja di kantoran itu :

  1. Sikut menyikut secara halus antar sesama karyawan
  2. Banyak provokator pengadu domba
  3. Banyak orang nyinyir, skill bicara lebih di utamakan
  4. Gaya hidup mewah
  5. Ketidakadilan banyak terlihat
  6. Yang belum menikah dianggap hina
  7. Berebut jatah pekerjaan atau jobdesk
  8. Yang punya bekingan atasan lebih aman dan kebal hukum perusahaan
  9. Banyak kecurangan yang dilakukan oleh atasan seperti supervisor dan manager untuk menyingkirkan seorang karyawan yang tidak disukainya. Karena mereka berdua adalah pemegang kekuasaan penuh pembagian jobdesk.

Kasusnya :

Saya sebagai karyawan yang masih pkwt sudah semestinya dan hak saya mendapat jatah jobdesk harian dari supervisor. Tapi supervisor malah menimbun jobdesk-jobdesk yang menjadi hak saya, dan parahnya kadang malah diberikan ke karyawan lain yang merupakan teman dekatnya. Jadi seolah-olah saya tidak mengerjakan apa-apa, dan saya jadi ngemis-ngemis pekerjaan ke supervisor itu. Kalau pun dikasih jobdesk, pekerjaan saya masih ditumpuk dimeja belum di acc sama si manager dengan alasan sibuk. Dan jelas sekali yang rugi saya, karena pekerjaan belum di acc dan tidak masuk setoran laporan bulanan. Kerja saya kesannya jadi jelek di mata HRD. Padahal mereka yang membuat kinerja saya seperti ini. Dan HRD pun langsung menindak dengan memutasi saya ke tempat lain yang lebih tidak nyaman tanpa mengonfirmasi langsung ke saya. Saya pun tak punya kuasa untuk melawan kecurangan mereka si supervisor dan si manager tersebut. 

***

Seiring dengan kasus diatas yang saya alami dan juga perekrutan karyawan baru dengan sistem yang makin kotor, saya pun makin muak. Tiga bulan virus covid 19 berjalan saya pun memutuskan risen dari anak perusahaan itu. Dengan memberi karma balasan pada perusahaan tersebut. Jika masih menjalankan sistem yang kotor, curang dan sombong, biar hancur sampai ketulang-tulangnya.