Pertanyaan bagus
.
.Jawabannya tergantung pada kondisi fisik, keterampilan bertahan hidup, dan sumber daya di sekitar. Mari kita bandingkan:
Survival di Hutan HujanKelebihan:
Air lebih mudah ditemukan (sungai, hujan, tanaman).
Buah-buahan, tumbuhan liar, dan hewan lebih banyak.
Suhu lebih stabil (tidak sepanas pantai siang hari).
Kekurangan:
Banyak hewan berbahaya (ular, serangga berbisa, nyamuk malaria/demam berdarah).
Lingkungan lembap → pakaian dan peralatan cepat rusak.
Arah sulit ditentukan (medan rapat, mudah tersesat).
Api lebih sulit dinyalakan karena kayu basah.
---
Survival di Tepi PantaiKelebihan:
Lebih mudah menemukan arah (laut sebagai patokan).
Bisa mendapat makanan dari laut (ikan, kerang, rumput laut).
Tempat lebih terbuka → sinyal darurat mudah terlihat dari laut/udara.
Api lebih mudah dinyalakan (kayu kering di pantai).
Kekurangan:
Air tawar sangat terbatas (kecuali ada sungai/air hujan).
Paparan matahari → cepat dehidrasi, heatstroke.
Badai/ombak besar bisa berbahaya.
Persediaan makanan terbatas jika tidak bisa memancing.
---
Kesimpulan singkat:Jika bisa memancing/olah laut → tepi pantai lebih mudah.
Jika bisa orientasi & tahan dengan serangga → hutan hujan lebih menjanjikan.
Faktor terpenting tetap air tawar → tanpa itu, pantai jadi jauh lebih sulit.
KEMUNGKINAN TERBURUK LELAKI
Ada pepatah mengatakan takdir lelaki akan bekerja sampai mati
Ada 2 golongan lelaki :
Lelaki yang terlahir kaya/tercukupi
Ini termasuk yang beruntung karena dapat fasilitas dari keluarga, suport sistem, bahkan jalur ordal
Lelaki yang terlahir miskin/kekurangan
Ini sangat2 membahayakan karena tanpa fasilitas, harus bertahan di kondisi sulit, tidak banyak pilihan, dan harus mencari solusi sendiri
Dengan kondisi negara indo yang makin kacau dan melemah ekonominya, semua perlahan mati dan menciptakan efek beruntun. Seniman tumbang, musisi tumbang, atlet tumbang, kuliner hampir tumbang, film hampir tumbang, asn pns masih aman. Tapi ke depannya pasti akan semakin parah kalau masih terus begini pemerintahannya.
Memang semua lelaki pintar ingin hidup lebih baik dengan startegi terbaiknya, seperti bertani, beternak, lalu panen dan hasilnya di investasikan atau deposito. Dengan kondisi negara seperti ini yang pasti tidak akan mudah dan berjalan mulus, ada 2 kemungkinan berhasil dan tidak berhasil. Selanjutnya lelaki akan mengambil pilihan terburuk.
Pilihan terburuk lelaki :
Bekerja sampai mati
Lelaki yg masih kebagian pekerjaan saat ini akan terus menjalankan pekerjaan nya karena sudah tidak ada pilihan lain, dengan berbagai drama nya tentang persaingan, saling menjatuhkan satu sama lain.
Netral sampai mati
Lelaki ini sudah termasuk pengangguran putus asa karena sudah muak dengan drama dunia kerja. Bahkan kehilangan kesempatan di dunia kerja karena faktor usia dan lainnya. Pilihannya hanya bergantung kepada strategi dan pemberian orang tua atau sodaranya.
Alam liar sampai mati
Lelaki ini sudah memutuskan untuk hidup nomaden, meninggalkan tempat asalnya, demi mencari sumber penghidupan dan kebahagiaan baru di tempat asing maupun alam liar. Alam liar bisa termasuk hutan maupun laut. Lelaki ini jika nomaden ke hutan akan membuka hidup baru dengan membuka lahan gratis di hutan itu dan menjual hasilnya di pasar setempat dengan segala resikonya. Jika lelaki ini nomaden di tepi laut akan menjadi nelayan, mencari ikan dengan cara tradisional dan menjual hasilnya ke pengepul ikan.
Demikian lah penjelasan singkat tentang lelaki bertahan hidup di negara yang amburadul.
PERUSAHAAN HUTAN DI TEPI LAUT
MAKANAN GRATIS DI TEPI LAUT :
- MANCING ANAK CUMI CUMI,
CUMI CUMI HEWAN NOCTURNAL
TERTARIK CAHAYA LAMPU
TINGGAL SEROK PAKE JARING
- BANYAK KERANG KERANG DAN TRITIP MENEMPEL DI KARANG TEPI LAUT
- MENOMBAK IKAN DI TEPI LAUT
- BUAH PANDAN LAUT
- BUAH KELAPA
- RUMPUT LAUT
- KEPITING BAKAU
- BURUNG CAMAR LAUT
- GURITA
ALAT YANG PERLU DI BAWA :
- KOMPAS
- PELUIT
- KOREK API
- OBENG MIN
- PISAU-PISAU
- SENDOK GARPU
- PANCI-PANCI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar