Itu dulu jaman saya masih TK sampai SD kelas 6 an. Waktu itu kegiatan bermain anak-anak seusia saya sangat banyak sekali, temannya pun juga banyak dari berbagai macam penjuru kampung, waktu itu tidak ada penghalang berupa status sosial kaya atau miskin. Semua bermain bersama, yang ada hanya anak baik dan anak nakal.
***
Orang tua dulu mewajibkan anak-anaknya tidur siang agar malamnya tidak ngantuk waktu belajar. Tapi nama nya juga anak-anak lebih senang bermain bersama teman-teman sebaya nya. Dulu belakang rumah saya adalah titik kumpul bermain ceria di siang hari. Setelah pulang sekolah dan makan siang saya menunggu mereka. Untungnya orang tua saya sabar jadi tidak terlalu memaksa untuk tidur siang. Ada beberapa teman-teman saya yang orang tua nya galak, mereka di paksa tidur siang, pintu jendela di tutup. Tapi semua itu bukan halangan bagi anak-anak bandel jaman itu, mereka kabur lewat jendela, demi bisa main bersama.
***
Setelah kabur pasti menuju titik kumpul untuk bermain. Agenda bermain saat itu pun banyak sekali. Salah satunya yang saya suka adalah rujakan gratis bersama. Kurang lebih ada lima teman yang berkumpul saat itu, kami semua berjalan-jalan bersama menuju kampung sebelah untuk mencari pohon-pohon buah, seperti jambu, pepaya, mangga, jambu mete, dll. Yang sering kami dapatkan saat itu jambu biasa kadang jambu bangkok yang besar, pepaya dan juga mangga. Itu pun kadang kami tidak ijin kepada yang punya, jadi main ambil saja, kebetulan saya dan teman saya pandai memanjat pohon.
***
Setelah dapat beberapa buah, kami kembali ke titik kumpul. Lalu saya menyelinap ke dapur rumah saya, mengambil gula, garam, cabe, cobek, pisau dll. Kami pun rujakan bersama sampai kenyang. Sungguh nikmat sekali kebersamaan waktu itu.
***
Sore nya pulang ke rumah masing-masing, mandi, setelah itu kumpul lagi di titik lain. Sambil beli jajan murah meriah tahun 90an di warung kampung. Magrib pulang ke rumah masih-masing dan belajar. Besok bertemu lagi membuat agenda baru. Sungguh luar biasa waktu itu, bahagia yang tidak akan terlupakan. Walau pun sekarang di antara kami sudah ada yang meninggal dunia, ada yang masih terpuruk menjalani kehidupan, ada yang sibuk dengan urusan keluarga barunya, dll. Kehidupan akan terus berputar meninggalkan kenangan.