Senin, 11 Februari 2019

Enaknya Punya Pohon Bambu Sendiri


Pohon bambu tidak hanya identik dengan yang seram-seram lo, seperti rumah kuntilanak, pocong, dll. Selain itu belum lagi menjadi sarang ular berbisa. Tetapi dibalik keseraman-keseraman itu pohon bambu menyimpan banyak manfaat buat pemiliknya.

***

Dulu dirumah saya banyak sekali bambu-bambu jenis yang besar, tapi seiring berjalannya waktu dan keserakahan orang sekitar, pohon-pohon bambu besar itu mulai binasa satu per satu. Sekarang repot tidak ada pohon bambu mau buat tiang antena susah, mau buat singgek mangga juga susah karena nggak ada bambu lagi.

***

Sewaktu ayah saya mancing di sungai ada bonggol rumpun bambu kecil yang terbawa arus banjir. Diambil dan di bawa pulang ayah saya, sampai di rumah di tanam di belakang. Tapi jenis bambunya kecil tidak bambu besar, seukuran bambu kuning besarnya. Seiring berjalannya waktu bambu yang ditanam ayah itu mulai berkembang sampai sekarang, dan manfaatnya bukan untuk keluarga saya saja, tetapi orang-orang di kampung kadang meminta beberapa bambu buat tiang umbul-umbul atau bendera. Biasanya waktu agustusan bambu dirumah saya laris. Orang-orang memberi ganti rokok buat ayah saya sebagai ganti bambu-bambu yang diminta.

***

Jadi tidak susah lagi kalau butuh tiang buat antena atau singgek mangga bisa juga buat tiang jemuran baju. Tinggal potong bambu di belakang rumah gratis. Selain itu bambu nya juga saya manfaatkan buat senjata tongkat, bambu runcing buat bunuh ular. Ya itu lah enaknya kalau punya pohon bambu sendiri, tapi sayang nya bambu jenis kecil rebungnya tidak bisa dimasak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar