Rabu, 18 November 2020

Rumah Ku Jelek, Tapi Banyak Pohonnya


Sempat ada rasa malu pada orang-orang dan teman-teman.  Ada teman-teman yang sudah menjauh pergi meninggalkan saya, mungkin salah satu penyebabnya status sosial. Tapi lama kelamaan saya bisa bersyukur juga. Karena banyak orang di luar sana yang tidak punya rumah tempat tinggal. Ada yang punya rumah tapi dempet-dempetan dengan tetangga, suasana rumah berisik, panas karena tidak ada pohonnya.

***

Saya sangat beruntung, walau rumah saya jelek, di sekitar rumah masih banyak pepohonan hijau yang memberikan keteduhan dan ketenangan. Rumah saya pun tidak berdempetan dengan tetangga jadi lebih tenang suasananya. Waktu sore dan malam hari saya masih bisa melihat langit luas di atas rumah sambil mendengarkan suara jangkrik di malam hari. Kalau bosan di kamar, bisa ke belakang rumah mencari ketenangan sambil melihat hijaunya pepohonan. Apalagi di musim hujan begini, pepohonan disekitar rumah saya makin lebat dan makin hijau. Suplay udara segar pun masih melimpah disini.

***

Alhamdulillah untuk semua berkah yang Allah SWT berikan kepada saya dan seluruh keluarga. Saat ini masih di berikan kesehatan dan posisi rumah yang penuh ketenangan. Saya pun juga bertanggung jawab menjaga setiap teritory atau wilayah di sekitar rumah dari orang-orang serakah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar