Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Desember 2015

Brave Or Crumble

Dingin sekali malam ini. Langit malam penuh mendung yang siap menghujani kota saya tercinta. :D
Bulan November 2015 udah berlalu berganti bulan desember. Udah sebulan saya nggak update blog ini. Buat reader yang mampir saya ucapkan tengkyu somad :D.

***

Hidup adalah pilihan kata orang bijak, thats right saya sangat setuju sekali. Dalam memilih pun kadang kita memerlukan keberanian, keberanian untuk memilih yang terbaik bagi hidup kita, kenyamanan kita, ketenangan kita, dan seseorang yang mendampingi kita di masa depan. " HANYA PEMBERANI YANG MENDAPATKAN YANG TERBAIK ". Itulah ilmu baru yang saya dapat dari situasi yang saat ini saya alami.

***

Tulisan ini untuk mengingatkan diri saya sendiri agar ke depannya lebih berani memilih yang terbaik bagi kehidupan saya. Selain keberanian juga harus disertai usaha keras dan doa yang tulus serta tidak putus-putus kepada Allah SWT. Oke deh sampai jumpa lagi salam " Brave Or Crumble ".

Kamis, 24 September 2015

Kepikiran Pekerjaan Dan Masa Depan

Met malam semua buat pembaca yang tidak sengaja mampir disini. Lama nggak update blog gara-gara ikut-ikutan maen coc.

***

Malam ini nggak bisa tidur lagi, bukan karena saya mimpi buruk lagi. Tapi karena kepikiran pekerjaan untuk masa depan saya. Bersyukur itu perlu tapi saya juga ingin peningkatan. Kurs dolar naik terus rupiah semakin turun kalau pun naik cuma sedikit nggak pengaruh pada harga-harga kebutuhan yang sudah naik dan kecil kemungkinan untuk turun lagi.

***

Sekarang ini cuma bisa sabar dan berusaha dengan kemampuan yang saya punya. Malam ini jadi bingung mau ngapain. Bbm, whatsup nggak ada yang asik buat ngobrol yang penuh inspiratif yang ada nggak di balez. Hufftt. Acara tv pun nggak ada yang menarik hati saya. Cuma bisa dengerin detak jam dinding yang makin keras di kamar.

***

Emang sih nggak ada gunanya juga terlalu dipikirin tentang pekerjaan idaman dan masa depan. Yang ada ujung-ujungnya jadi susah tidur gini terus stres sendiri. Andai saja bisa tidur di atas genteng di malam hari kayak kucing, pasti pikiran tenang dan rilek sambil menikmati bintang-bintang dilangit.

***

Apa yang sudah direncanakan kadang tidak berjalan sesuai rencana, tapi saya percaya rencana Allah SWT pasti terbaik buat saya. Saya cuma kasihan pada orang tua saya yang semakin tua dengan pekerjaan berat sekarang. Saya ingin memenuhi kebutuhan ekonomi mereka paling tidak bisa meringankan. Selain itu ingin juga liburan bersama orang tua dan untuk naik haji juga. Ya udah deh cukup sekian curhat nya saya mau mandangin jam dinding aja siapa tau jadi ngantuk. Good bye.

Kamis, 20 Agustus 2015

Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini

Cuaca bulan Agustus ini sungguh tidak mengenakkan. Pagi lebih dingin, siang lebih panas, malam pun dingin disertai angin. Cuma suasana sorenya yang enak, langit biru cerah berangin dimanfaatkan anak-anak bermain layang-layang.
***
Tidak jarang banyak orang-orang yang terserang demam dan flu juga masuk angin. Siang itu dari dalam warnet tempat saya bekerja saya melihat suasana di luar dari balik kaca harmonika. Jalan raya yang panas dan berdebu dengan lalu lalang kendaraan. Dari seberang jalan terlihat seorang bapak-bapak penjual es krim campina yang sedang lewat menaiki sepeda bututnya, setelah itu ada juga mas-mas penjual bak cuci anti pecah yang berjalan kaki menjajakan barang dagangannya, barang dagangan itu di taruh di kepalanya untuk mengurangi sengatan matahari yang terik. Dalam hati saya bisa membayangkan betapa capeknya mereka keliling jualan di tengah cuaca panas seperti sekarang ini, belum lagi kalau gak ada yang beli gimana ya rasanya, yang pasti sangat kecewa. Tapi saya salut pada usaha mereka. Itu lebih mulia daripada profesi pengemis, pengamen dan tukang parkir liar.
***
Ternyata masih banyak orang-orang yang lebih sengsara dan menderita. Pengen rasanya membeli dagangan mereka. Tapi uang saya masih pas-pas an. Ya kalau rezeki saya di lebihin lagi sama  Allah SWT saya pengen beli dagangan mereka, biar mereka seneng dan semangat menghadapi kerasnya kehidupan.
***
Alhamdulillah hari ini saya dan keluarga saya masih di berikan Allah SWT kesehatan, makanan yang cukup, perlindungan, kenyamanan, ketenangan dll. Saya sadar selama ini cuma uang, uang, dan uang. Tanpa menyadari kenikmatan lain seperti keluarga yang sehat, teman-teman baik yang selalu menemani dan membantu saya, bisa menikmati langit biru di sore hari yang cerah. Semua itu lupa saya nilai padahal semua itu juga punya harga yang mahal mungkin tidak bisa di beli dengan uang.
***
Memandang ke depan itu perlu agar kita maju dan meningkat. Tapi semua itu butuh proses dan waktu, tidak bisa secepat kilat. Karena pada dasarnya manusia tidak akan pernah puas. Ya Allah semoga saya tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada mu atas kenikmatan yang telah engkau berikan dan tidak menilai semuanya dengan uang.

Sakitnya Di Bully

SD telah berakhir saya mulai masuk SMP tahun 2004. Saya masuk SMPN 12 Madiun. Lebih banyak kelas tentunya, muridnya pun juga banyak. Kelas 7 telah dimulai, saya pun bertemu teman-teman baru. Teman-teman sekelas saya baik-baik jarang ada yang menindas yang lemah. Walaupun di sekolah itu ada premannya yang kerjanya malakin uang jajan anak-anak lemah dan polos, tiap kelas harus setor sama dia.
***
Singkat cerita kelas 7 mau naik kelas 8 semua kelas di acak penghuninya. Saya jadi pisah deh sama teman-teman baik saya. Nasib saya memang apes saat itu di kelas 8 saya campur sama anak-anak nakal yang jail-jail. Saya terbilang anak yang lumayan pintar dari kelas 7 sampai awal kelas 8. Tapi itu tidak bertahan lama, semuanya berubah saat anak-anak nakal itu mulai menunjukkan taringnya. Saat guru memberikan PR di rumah saya mengerjakan dengan rajin dan sungguh-sungguh supaya dapat nilai terbaik. Eh paginya ketika saya datang terus masuk kelas di hadang sama anak-anak nakal itu dengan memaksa saya supaya meminjamkan PR yang saya kerjakan pada nya. Dia tidak segan-segan memukul saya kalau menolak permintaanya. Tidak cukup itu saja yang merugikan saya. Dia sering merampas perlengkapan sekolah saya seperti pensil, pulpen, penggaris dll dengan mengobrak abrik tas saya. Saya pun tidak bisa berbuat apa-apa karena saya cuma anak polos berbadan kecil. Untuk pencegahan saya membawa gembok kecil kuning untuk mengunci tas saya dan itu berhasil mencegah nya merampas barang-barang saya. Dia pun sering marah gara-gara tidak bisa membongkar isi tas saya. Sebagai pelampiasan saya sering di pukuli dia.
***
Dari situ saya mulai trauma. Di rumah pun saya tidak berani cerita ke ortu. Perasaan sakit ini cuma bisa saya pendam.  Saya tidak tau harus mengadu pada siapa waktu itu. Dampaknya saya jadi penakut, pemalu, pendiam apalagi kalau pas saya panik selalu banjir keringat. Saat presentasi di depan kelas pikiran saya masih ketakutan ingat siksaan anak nakal itu pada saya jadinya banjir keringat badan basah kuyub kayak kehujanan. Teman-teman sekelas pada heran tapi lebih banyak yang ngejek. Malu sekali saya waktu itu. Prestasi saya makin menurun. Yang awalnya berani mengemukakan pendapat jadi pendiam dan penakut.
***
Di lingkungan rumah saya mulai jarang keluar rumah. Jadi banyak merenung di dalam kamar. Sampai ke warung pun saya takut ketemu orang. Pokoknya ketemu orang asing jadi takut dan gelisah sendiri
***
Tak terasa kelas 8 berakhir juga berganti kelas 9. Teman-teman kelas 7 pun kembali satu kelas. Teman baik yang lama berpisah akhirnya bisa ngumpul lagi kangen banget rasanya. Tapi mereka tidak tau apa yang saya alami selama berpisah. Trauma itu masih terbawa di pikiran saya tapi saya mencoba menyembunyikannya dari teman baik saya. Saat teman baik saya tidak masuk atau pas saya di tinggal sendiri saya merasa panik dan kesepian banjir keringat pun datang. Soalnya saya cuma berani ngomong ke mereka. Ke teman lain jarang ngomong apalagi temen-temen cewek. Rasanya saya minder tingkat dewa gara-gara trauma di siksa anak nakal itu.
***
Setelah lulus UAN pisah lagi deh sama teman baik. Tahun 2008 mulai masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang daftar SMA ada yang SMK. Saya milih SMK negeri yang favorit tapi sayangnya tidak masuk karena nilainya kurang, dengan terpaksa masuk SMK swasta, yang penting saya udah berusaha. Di SMK pun saya masih membawa trauma itu di pikiran saya. Kebetulan teman-teman SMK saya berbadan besar dan tinggi-tinggi serta wajah yang sangar. Saya jadi gemetar saat pertama jumpa dengan mereka-mereka banjir keringat pun terjadi lagi. Saat upacara dekat mereka pun juga begitu saya basah kuyub oleh keringat. Mereka juga heran di kiranya saya lagi sakit. Guru SMK saya juga ngira kalau saya sakit. Akhirnya suruh masuk kelas gak boleh ikut upacara. Semua itu gara-gara trauma SMP saya jadi begini. Sampai saya pernah menalikan karet gelang ke jari saya supaya bisa meredam keringat saya kalau trauma itu datang lagi. Cara itu cukup berhasil tapi tidak sempurna, setidaknya bisa mengurangi rasa panik dan ketakutan saya yang berlebihan. Seiring berjalannya waktu saya mulai mengenal watak dan sifat teman-teman sekelas saya di SMK. Ternyata mereka baik tidak suka menindas walaupun muka nya serem-serem. Cuma satu dua yang resek tapi tidak seburuk SMP dulu. Kebetulan teman sebangku saya orang yang baik dia lah yang memulihkan mental saya sedikit demi sedikit. Saya jadi berani berbicara lagi, berani mengungkapkan pendapat lagi. Tapi belum pulih seutuhnya karena trauma itu masih sering menghantui saya. Kadang sampai sekarang ini saya masih sering bermimpi ketemu anak nakal itu.
***
Itulah sakitnya di bully, akibatnya mental jadi rusak, trauma mendalam. Sungguh jahat sekali para pembully itu. Tapi orang dewasa pun tidak lepas dari bully walau tidak bersifat siksaan fisik tapi dengan di cueki, di kucilkan, di deskriminasi, itu semua tidak kalah menyakitkan. Semoga anak saya kelak tidak jadi korban bully, cukup saya saja.

Selasa, 04 Agustus 2015

Hargailah Operator Warnet, Jangan Remehkan Mereka Kawan

Kali ini saya akan bercerita tentang pekerjaan saya sekarang ini. Saya tinggal di kota kecil madiun jatim dimana mencari lapangan kerja yang sesuai belum saya dapatkan akhirnya sementara saya jadi operator warnet tepatnya di warnet slamet riyadi. Pahit manis asem asin sudah saya rasakan selama jadi operator warnet maksudnya suka dukanya. Sebagai operator warnet mau tidak mau pasti harus melayani setiap pelanggan yang datang. Tidak semua pelanggan itu orangnya baik kebanyakan orangnya resek suka buat emosi gak cewek cowok, tua muda anak-anak, bapak-bapak ibu-ibu, engkong nenek-nenek, kaya miskin ada aja cari gara-gara bikin emosi naik. Tidak heran waktu saya libur bekerja saya coba survei main ke warnet lain sekitaran sini, kebanyakan muka operatornya jutek-jutek saya sih udah bisa memahami mereka karena saya juga mengalami pasti mereka kebanyakan ketemu pelanggan-pelanggan resek jadinya bad mood. Saya cuma berpesan kepada para pelanggan warnet jangan samakan kami dengan kuda yang bisa kalian suruh seenak kalian untuk berlari kencang walau tubuh kami sudah lelah, kami juga punya rasa lelah dan jenuh. Harusnya kalian bisa memahami dan tidak memaksa. Selain itu belum lagi kalau ada preman yang masuk kebanyakan cari gara-gara. Kebetulan di warnet tempat saya bekerja di larang merokok di dalam warnet eh ternyata masih nekat ngrokok ampun deh ngajak berantem ni ujung-ujungnya. Untungnya kesabaran dan akal sehat saya masih bisa menahan dan berpikir untung rugi nya jika di ladeni berantem. Terus dengan gaji saya yang sedikit saya mencoba memenuhi kebutuhan sendiri untuk tidak mau merepotkan orang tua saya. Tetap saya syukuri rejeki saat ini. Saya percaya ini hanya batu loncatan saja. Bagian yang membuat saya bahagia saat dapat pelanggan cewek cantik baik sopan seneng banget rasanya hati ne jadi adem betah berlama-lama. Tapi tidak jarang juga cewek cantik yang cuma mengambil keuntungan dari saya buat disuruh-suruh ini itu pokoknya diperbudak deh. Tapi sekarang saya sudah semakin tegas tiap hari level ketegasan saya bertambah untuk menghadapi pelanggan-pelanggan resek itu. Sekian dulu ceritanya pesan saya mari kita saling menghargai sesama jangan pernah menghina karena itu pasti menyakiti hatinya. Ibarat kita bermain api kalau tidak berhati-hati pasti terbakar. See u next time.

Selasa, 19 Mei 2015

Aku Pharmacopobia / Takut Obat

Ilustrasi from Google

Dunia memang luas begitu juga dengan sifat manusia yang berbeda-beda. Ada yang a, b, c sampe z. Semua tidak bisa disamakan. Kali ini saya akan sharing tentang ketakutan pada obat atau bahasa kerennya pharmacopobia yang saya alami sejak kecil. Tiap sakit pasti bikin stress. Bukan masalah sakitnya tapi masalah minum obatnya. Apalagi kalau udah ketemu amoxilin. Ampuunn dah bawaannya pengen mual dan muntah busuk banget baunya. Di situ kadang saya merasa sedih dan akhirnya mencari alternatif lain. Setelah searching di google saya memilih madu untuk pengganti antibiotik saya. Untuk nyeri saya pilih panadol walaupun harus dihancurkan dulu pake sendok coz gak bisa nelen langsung. Panadol pahitnya gak begitu tajam daripada obat2 tablet lain plus bau nya juga tidak terlalu menyengat. Biarpun orang tua dan temen-temen pada ngledekin aku katanya seperti anak kecil saya tidak peduli memang begini adanya.